1st task : Apa sih blogger, jurnalis, dan jurnalistik?

Hidup manusia sehari-hari tidak pernah lepas dari komunikasi. Kegiatan komunikasi memungkinkan manusia yang satu dengan yang lain untuk saling bertukar informasi. Selain dari sesama manusia, informasi juga dapat berasal dari kalangan profesi seperti dari bidang jurnalistik.

Jurnalistik memiliki banyak pengertian. Secara konseptual, jurnalistik dapat dipahami dari tiga sudut pandang yaitu sebagai proses, teknik, dan ilmu.

Sebagai proses, jurnalistik adalah “aktivitas” mencari, mengolah, menulis, dan menyebarluaskan informasi kepada publik melalui media massa. Aktivitas ini dilakukan oleh wartawan (jurnalis)
Sebagai teknik, jurnalistik adalah “keahlian” (expertise) atau “keterampilan” (skill) menulis karya jurnalistik (berita, artikel, feature) termasuk keahlian dalam pengumpulan bahan penulisan seperti peliputan peristiwa (reportase) dan wawancara.
Sebagai ilmu, jurnalistik adalah “bidang kajian” mengenai pembuatan dan penyebarluasan informasi (peristiwa, opini, pemikiran, ide) melalui media massa. Jurnalistik termasuk ilmu terapan (applied science) yang dinamis dan terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dan dinamika masyarakat itu sendiri.

    Sebagai ilmu, jurnalistik termasuk dalam bidang kajian ilmu komunikasi, yakni ilmu yang mengkaji proses penyampaian pesan, gagasan, pemikiran, atau informasi kepada orang lain dengan maksud memberitahu, mempengaruhi, atau memberikan kejelasan. Secara praktis, jurnalistik adalah proses pembuatan informasi atau berita (news processing) dan penyebarluasannya melalui media massa. Dalam pelaksanaannya, kegiatan jurnalistik dilakukan oleh jurnalis.

    Jurnalis adalah seorang yang melakukan jurnalisme, yaitu orang yang menciptakan laporan sebagai profesi untuk disebarluaskan atau dipublikasi dalam media massa, seperti koran, televisi, radio, majalah, film dokumentasi, dan internet.

    Namun dalam dunia penyebaran informasi, selain jurnalis dikenal pula istilah blogger. Blogger dapat merujuk pada orang yang memiliki atau memelihara suatu blog. Definisi dari blogger hanyalah penulis online, sama halnya seperti penulis-penulis buku lainnya, hanya saja blogger punya media sendiri yaitu media online, bukan media cetak atau pun media elektronik. Semua berita di blogger adalah benar menurut yang percaya bukan berarti semua berita di blog adalah menipu dan blog bukanlah trend sesaat.

    Dari ketiga definisi mengenai jurnalis, jurnalistik, dan blogger dapat diambil beberapa kesimpulan mengenai persamaan dan perbedaan dari ketiga istilah itu. Persamaannya yaitu sama-sama mengungkapkan berita/ide/opini dalam bentuk tulisan (dan gambar), sama-sama ingin menyampaikan sesuatu kepada pembaca. Kegiatan mereka sama-sama memberikan informasi untuk diketahui oleh public namun ada perbedaannya yaitu :

    No.

    Jurnalis

    Blogger

    1. Tulisan dipublikasikan melalui media massa, seperti koran, televisi, radio, majalah, film dokumentasi, dan internet. Tulisan berupa informasi, pengalaman, unek – unek, berbagi ilmu dan lain sebagainya dituangkan dalam media web blog
    2. Wajib menggunakan bahasa khusus disebut juga dengan bahasa pers. Tidak wajib menggunakan bahasa pers
    3. Merupakan sebuah profesi / pekerjaan. Bukan merupakan suatu profesi / pekerjaan.
    4. Menggunakan banyak teknik dalam menulisnya, baik itu teknik wawancara, teknik bagaimana mencari berita (teknik reportase), bahkan teknik dalam menulis berita baik untuk koran maupun majalah. Tidak harus menggunakan teknik karena blog hanya berisi pengalaman pribadi.
    5. Jurnalis hanya melaporkan fakta dan pendapat yang jelas sumbernya. Informasi dalam blog tidak selalu benar, bisa saja merupakan HOAX (berita bohong).
    6. Jurnalis tidak dibenarkan menjiplak Tulisan dalam blog boleh diambil dari mana saja sesuka si blogger
    7. Jurnalis tidak menyajikan berita dengan mengumbar kecabulan, kekejaman kekerasan fisik dan seksual. Blogger bisa saja menyajikan berita dengan mengumbar kecabulan, kekejaman kekerasan fisik dan seksual.
    8. Kasus-kasus yang berhubungan dengan kode etik akan diselesaikan oleh Majelis Kode Etik. Tidak ada kode etik untuk blogger, jadi tidak ada istilah pelanggaran kode etik.

    Sumber :

    http://enda.goblogmedia.com/apakah-blogger-jurnalis.html

    http://www.eramuslim.com/konsultasi/jur/5c23090930-definisi-jurnalistik.htm

    http://id.wikipedia.org

    http://www.devari.org/2008/02/03/ngeblog-idealist-atau-realist/

    http://www.internews.or.id/content/ind/training/book/election/KODE%20ETIK-VERSI.pdf -

    http://xtremenitro.org/news.php?extend.167.2

    1 Response so far »

    1. 1

      anton said,

      mbak, penilaian mbak agak hitam putih. seolah-olah semua blogger cenderung minus sedangkan jurnalis pasti bener.

      mm, not really. saya blogger yg jg jurnalis. dan seringkali merasa bahwa jurnalis pun sering jg melakukan kesalahan ketika menulis. namun sebaliknya, blogger jg malah lebih akurat dibanding jurnalis.

      maunya sih komen panjang. tp nanti deh lagi aku bikin posting sendiri soal ini. :)

      btw, salam kenal..


    Comment RSS · TrackBack URI

    Say your words